Jumat, 10 April 2015

Definiisi Ilmu Dakwah



MAKALAH
PENGERTIAN, OBJEK KAJIAN, DAN TUJUAN ILMU DA’WAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Da’wah

Dosen Pengampu :
H. Abdul Ghofur Noer, M.M







Disusun Oleh :

1
M. Ubaidillah K.U
2831133044
3
Rizal Fatkur Rochimin
2831133047
4
Yuliani Nurkholistin
2831133056


Kelas                : IAT 4B
Jurusan            : Ilmu al-Qur’an dan Tafsir
Fakultas           : Ushuluddin Adab dan Dakwah.


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) TULUNGAGUNG
April, 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdullilah penyusun ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat, taufiq serta hidayahnya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini.
Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Keluarga beserta sahabat-sahabatnya dan para pengikut beliau yang telah ikhlas memeluk agama Allah SWT dan mempertahankannya sampai akhir hayat dan kita berharap semoga diakui umatnya dan tergolong orang-orang yang mendapat syafa’at beliau. Aamiin.
Alhamdulillah makalah yang berjudul ”Pengertian, Objek Kajian, dan Tujuan Ilmu Dakwah” dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah di tentukan .Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Bapak H. Abdul Ghofur Noer, M.M Sebagai dosen pengampu  yang telah memberikan materi serta pengarahan sehingga makalah ini bisa terselesaikan.
2. Seluruh pihak yang terkait dalam penyelesaian tugas ini.
Semoga segala bimbingan dan bantuan yang telah di berikan dapat menjadi amal hasanah, maslahah dan mendapatkan ridho dari allah SWT teriring do’a:
Jazakumulloh khoirol jaza’ jazakumulloh ahsanal jaza’.
Sebagai penutup penyusun menyadari bahwa masih banyak kekhilafan dan kekurangan dalam makalah ini, oleh sebab itu penyusun mohon maaf dan mengharap saran yang bersifat membangun. Semoga makalah ini dapat berguna, bermanfa’at, barokah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .....................................................................................  i
KATA PENGANTAR ..................................................................................  ii
DAFTAR ISI .................................................................................................  iii
BAB I        PENDAHULUAN ......................................................................  1
A.    Latar Belakang Masalah ......................................................  1
B.     Rumusan Masalah ................................................................  1
C.    Tujuan Penulisan ..................................................................  1
BAB II       PEMBAHASAN .........................................................................  2
A.    Pengertian Ilmu Da’wah....................................................... 2
B.     Tujuan Ilmu Da’wah............................................................. 5
C.    Objek Ilmu Da’wah .............................................................. 6
BAB III     KESIMPULAN .......................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 9


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Kemajuan Islam sangat di tentukan oleh adanya Da’wah atau syiar Islam dengan berbagai macam. Sejarah telah menulis bahwasanya Agama yang paling cepat dalam menyebarkan agama yakni agama Islam. Sebenarnya cara Rasulullah dalam menyebarkan Islam atau da’wah yakni dengan sembunyi-sembunyi. Jika dilihat konteks saat itu, Islam masih dalam tahap kelaahiran dan banyak respon yang terjadi ketika Nabi Muahammad membawakan Ajaran Islam. Respon tersebut mayoritas respon penolakan. Lalu, ketika Nabi Muhammad SAW sekiranya sudah siap dengan kejadian-kejadian yang akan terjadi, maka Allah memerintahkan untuk menegaskan Islam dalam bentuk da’wah yang terang-terangan
Peradaban manusia mulai berkembang. Masyarakat semakin hari menjadi semaakin selektif dan kritis. Masyrakat mulai bosan dengan metode dakwah klasik. Kebosanan mereka dilatar belakangi  dengan kemajuan zaman dan kemajuan teknologi. Internet merupakan satu perkara yang mampu mengubah polapikir manusia. manusia dipengaruhioleh-oleh situs-situs yang sudah tersedia. Disini Da’i mempunyai PR yang luar biasa untuk mempersuasikan pesan dakwahnya kepada mad’u. Da’i harus mempunyai teori-teori yang tepat. Dengan demikian pengkajian dan penelitian tentang pengertian, objek, dan tujuan dariilmu dakwaadalah penting..
B.  Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dari rangkaian latar belakang masalah tersebut adalah:
1.      Bagaimana pengertian ilmu da’wah?
2.      Bagaimana Tujuan dari Ilmu da’wah?
3.      Bagaimana Objek ilmu Da’wah?
C.  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah secara umum untuk menambahk khazanah keilmuan masyarakat dan mahasiswa. Sedangkan secara kusus yakni mengetahui pengertian, tujuan, dan Objek Ilmu da’wah.

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Pengertian Ilmu Da’wah
Dakwah merupakan suatu Ajakan seseorang kepada seseorang yang lain agar mengikuti aturan ajaran Islam yang benar. Sayyid Qutb mendefinisikan Dakwah yakni mengajak atau menyeru orang lain agar menjadi sabilillah. Dakwah merupakan suatu aktifitas Islami atau melaksanakan perintah Allah SWT yakni menyerukan kebaikan. Referensi yang tidak boleh untuk dihapus oleh seorang pendakwah yakni al-Qur’an dan Hadits dan sumber hukum islam lainnya seperti Ijma’ dan Qiyas.
Dakwah dan ilmu dakwah adalah dua perkara yang berbeda tetapi saling berkaitan. Dakwah merupakan pesan-pesan yang ditujukan Mad’u . sedangkan ilmu dakwah merupakan pengetahuan yang harus dimiliki oleh para da’i agar sesuatu yang disyiarkan bisa diterima dengan baik oleh Mad’u. Sebuah ilmu/teori sangat penting, karena mencakup langkah-langkah yang harus dilakukan ketika disuatu lapangan.
Tujuan dari dakwah yakni Amar Ma’ruf Nahi Mungkar ini berdasarkan dalil al-Qur’an surah Ali Imron, ayat 104:
ö@è% `tB šc%x. #xrßtã Ÿ@ƒÎŽö9ÉfÏj9 ¼çm¯RÎ*sù ¼çms9¨tR 4n?tã y7Î6ù=s% ÈbøŒÎ*Î/ «!$# $]%Ïd|ÁãB $yJÏj9 šú÷üt/ Ïm÷ƒytƒ Yèdur 2uŽô³ç0ur tûüÏYÏB÷sßJù=Ï9 ÇÒÐÈ  
“Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Dalam berda’wah perlu diperhatikan unsur-unsur yang terkandung dalam dakwah itu sendiri. Unsur-unsur atau komponen-komponen dakwah itu sendiri antara lain:
1.      Da’i, adalah orang yang melaksanakan dakwah baik secara lisan maupun tulisan ataupun perbuatan dan baik secara individu maupun kelompok.
2.      Mad’u, adalah sasaran da’i atau yang menerima pesan baik secara individu, kelompok, baik yang beragama islam ataupun tidak.
3.      Maudhu’ adalah pesan atau materi yang disampaikan da’i kepada Mad’u
4.      Washilah, atau media dakwah atau alat-alat yang dipakai untuk menyampaikan ajaran islam baik berupa media lisan, tulisan,lukisan, audio visual, dan akhlak
5.      Ushlub (metode dakwah) adalah cara-cara yang digunakan da’i untuk menyampaikan pesan dakwah atau serentetan kegiatan untuk mencapai tujuan dakwah. Jenis metode-metode dakwah yakni:
a.      Hikmah, yakni berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi sasaran dakwah  dengan menitik beratkan pada kemapuan Mad’u
b.      Mau’idhoh Hasanah, berdakwah dengan memberikan nasihat-nasihat atau menyaampaikan ajaran islam dengan rasa kasih sayang.
c.       Mujadalah, berdakwah dengan cara bertukar fikiran dan membantah dengan cara sebaik-baiknya dengan tidak memberikan tekanan-tekanan dan tidak pula menjelekkan mad’u
6.      Efek dakwah, yakni Reaksi Mad’u terhadap pesan—pesan yang disampaikan oleh dai. Efek itu beraneka ragam, yakni:
a.       Efek Kognitif, efek yang terjadi jika ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, dan persepsi oleh khalayak, misalnya transmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan atau informasi.
b.      Efek Afektif, efek yang timbul jika ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi,  atau dibenci khalayak. 
c.       Efek Behavioral, yakni efek yang merujuk pada perilaku nyata yang dapat diaamati yang meliputi pola-pola tindakn, kegiatan, atau kebiasaan tindakan berperilaku.
Rasulullah sudah melakukan dakwah sesui dengan konteks zaman pada saat itu. Rasulullah berdakwah dengan sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan. Cara berdakwah Rasullah harus diperluas. Oleh karena itu muncul istilah ilmu dakwah untuk merumuskan teori atau ilmu dakwah pada era kontemporer.
Ilmu dakwah adalah ilmu yang mempelajari proses penyampain ajaran islam kepada umat. Ilmu dakwah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala penyampaian agama dan proses keagamaan dalam seginya.[1] Toha Yahya Omar mendefinisikan ilmu dakwah secara umum adalah suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara atau tuntutan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ide/gagasan, pendapat atau pekerjaan tertentu.[2]
Amrullah Achmad  memberikan pengertian ilmu dakwah adalah suatu  ilmu yang berasal dari Allah yang dikembangkan umat islam dalam susunan yang sistematis  dan terorganisir mengenai manhaj melaksanakan kewajiban dakwah bertujuan berikhtiar mewujudkan Khairul Ummat (Umat Terbaik).[3] Dapat dibandingkan dan disimpulkan bahwa ilmu dakwah merupakan teori yang tersusun rapi yang apabila pendengar menerima pesan dapat diterima secara utuh.
Kajian ilmu dakwah berkembang secara signifikan pada perguruan-perguruab tinggi, misalnya Indonesia. Perguruan tinggi di sana membuka Fakultas Dakwah yang pertama yakni tahun 70-han. Suisyanto menyampaikan kritikannya bahwa pada saat itu proses transfer ilmu pengetahuannya masih menggunakan refrensi-refrensi yang berorientasi pada aspek normatif dan semata-mata dakwah bukan pada Ilmu Da’wah.
Pertanyaan lain yang muncul yakni bagaimana epistemologi, ontologi, dan aksiologi dari ilmu dakwah itu sendiri. Tentunya soal tersebut bisa terjawab. Menurut Suisyanto dalam buku Pengantar Filsafat Dakwah menerangkan Epistimologi dakwah adalah usaha untuk menelaah masalah-masalah objektifitas, metodologi, sumber, serta validitas pengeahuan secara mendalam dengan menggunakan dakwah sebagai subjek bahasan (titik tolak berfikir). (halaman 69)
Pengetahuan dakwah merupakan hasil tahu manusia (muslim) tentang dakwah melalui proses penyelidikan (penelitian) dari sumber-sumber yang ada. Sumber pengetahuan dakwah berasal dari pengetahuan wahyu Tuhan (al-Qur’an dan Hadits) dan pengetahuan yang berbasiss empiris. Pengalaman empiris yang dapat diperoleh melalui pengamatan dan penelitian terhadap fenomena fenomena seputar masyarakat. Suisyanto menambahkan sumber pengetahuan yakni sumber teoritis. Yakni hasil karya penulis yang secara khusus mengkaji dakwah.
Berbicara mngenai ontologi dakwah, ada tiga hal mendasar yang harus dilihat secara cermat, yakni:
1.      Manusia sebagi pelaku dan penerima dakwah
2.      Islam mengandung pesan dakwah yang disampaikan kepada manusia
3.      Hidayah sebagai faktor X (sesuatu yang diluar rekayasa manusia).[4]
Sedangkan aksiologi dari ilmu dakwah terfokus pada manfaat ilmu Dakwah.
B.       Tujuan llmu Da’wah
Tujuan dakwah dan ilmu dakwah ada perbedaan. Jika tujuan dakwah, berupaya untuk merubah pemahaman, sikap, dan perilaku mad’u ke arah yang sesuai dengan pesan dakwah dalam rangka memperoleh ridho Allah. Sementara itu tujuan ilmu dakwah yakni berupaya untuk menemukan kejelasan empiris rasional, dan teologis ideal tentang proses dakwah sebagai fenomena keilmuan.
Selain itu Ilmu dakwah bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada umat tentang dasar-dasar teoritik dan prinsip-prinsip penyuluhan islam, teori-teori penyuluhan islam,memberikan bekal ketrampilan, disamping memberikan bekal tentang kode etik yang harus dipatuhi oleh setiap pelaku penyuluhan islam yang profesional, memberikan wawasan yang komprehensif, dan integratif mengenai ketrampilan membuat keputusan, menyusun perencanaan serta memilih cara alat (media) untuk aktifitas penyuluhan .
Ilmu dakwah terlihat sangat berkembang pada Perguruan tinggi khususnya Perguruan Tinggi Islam. Itu ditandai dengan adanya kurikulum tersendiri tentang dakwah. Bahkan, ada Fakultas atau jurusan yang berbasis Dakwah. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daiyang profesional melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi dakwah islam. Perguruan tinggi ingin mencetak kader-kader Dakwah yang Inovatif, semangat menegakkan keadilan dan kebenaran, dan semangat berkarya yang bernilai guna.
C.      Objek Kajian IlmuDa’wah
Rumusan hakikat dakwah yang bersumber pada al-Qur’an sebagai kitab Dakwah, Sunah Rasul sebagai contoh realisasi atas apa yang diperintahkan dalam al-Qur’an, dan ijtihad sebagai kontektualisasi penyelesaian dan solusi atas masalah keumatan.
Dakwah menurut al-Qur’an surah al-Nahl (16);125 yakni:
äí÷Š$# 4n<Î) È@Î6y y7În/u ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9Ï»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7­/u uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#Î6y ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïÏtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ  
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Dari ayat tersebut dapat dirumuskan sebagai kewajiban muslim mukallaf mengajak, menyeru, dan memanggil orang berakal kejalan Tuhan (Dien Islam) denngan cara hikmah, mauizah hasanah, dan mujadalah yang ahsan, dengan respon positif atau negatif dari orang berakal yang diajak, diseru, dipanggil disepanjang zaman dan disetiap ruang.
Hakikat dakwah tersebut merupakan perilaku keilmuan muslim yang melibatkan unsur da’i, pesan, media, metode, mad’u, dan respons. Interaksi antar unsur ini dalam semua tataran wujudiyah adalah objek formal kajian ilmu dakwah dan tori tentang objek formal dan material (perilaku muslim) menjadi substansi ilmu dakwah. Dari sisi objek materialnya, dakwah islam bersentuhan dengan kajian ilmu keislaman dakwah islam bersentuhan dengan kajian ilmu keislaman selain dakwah dan ilmu tentang perilaku manusia. Dengan demikian, ilmu dakwah berkarakter interdisipliner. (penjelasan)
Dakwah menurut al-Qur’an surat Fushshilat (41):33,
ô`tBur ß`|¡ômr& Zwöqs% `£JÏiB !%tæyŠ n<Î) «!$# Ÿ@ÏJtãur $[sÎ=»|¹ tA$s%ur ÓÍ_¯RÎ) z`ÏB tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# ÇÌÌÈ  
33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
Dari ayat diatas dirumuskan bahwa sebagai kewajiban menyeru, mengajak dan memanggil manusia mengesakan Allah (tauhidullah) melalui ahsan qawl, ‘amal shalih, dan pernyataan ketundukan kepada Allah. Hakikat dakwah ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama dalam proses mendakwahkan islam, yaitu:
1.      Ahsan Qawl (perkataan yang  baik)
2.      Amal shalih (ahsan ‘amal)
3.      Qala inani min al-muslimin (keterpaduan bentuk ahsan qawl  dan ahsan ‘amal, atau gerakan percontohan yang baik).
Interaksi antara da’i dengan mad’u ketika menyampaikan pesan dakwah melalui bentuk utama dakwah sebagaimana yang diisyaratkan al-Qur’an surat al-Fushshilat (41);33, secara kuantitatif membentuk variasi konteks dakwah yang dapat diformulasikan dengan “term”, yakni:
1.      Dakwah Nafsiyah: Da’i dan Mad’unya adalah diri sendiri.
2.      Da’wah Fardhiyah: Da’wah yang sasarannya hanya satu orang, bisa langsung tatap muka ataupun melalui media lain seperti Hp, Internet, atau media-media yang ada.
3.      Da’wah Fi’ah qalilah: Dakwah yang hanya ada satu da’i terhadap mad’u kelompok kecil yang biasanya terdiri dari tiga sampai dua puluh orang. Berlangsung dengan tatap muka dan dialogis.
4.      Dakwah Hizbiyah: Da’innya hanya seorang, tetapi Mad’unya adalah kelompok yang sudahterorganisir.
5.      Dakwah Ummah: seorang Dai tidak bertatap muka dan monologius terhadap media cetak maupun elektronik, atau tatap muka tetapi monologis seperti ceramah umum atau Khutbah
6.      Da’wah Qobailiyah: da’i dan mad’u yang berbeda suku dan budaya dalam suatu kesatuan bangsa yang dapat berlangsung dalam konteks yang sudaah disebutkan (1,2,3,4,5)[5]
BAB III
KESIMPULAN
Ilmu dakwah adalah suatu ilmu atau teori untuk memperkaya ragam cara berdakwah di perkembangan zaman agar pesan-pesan yang disampaikan  bisa diterima.   Tujuan ilmu da’wah pada umumnya untuk mensyiarkan agama tentang Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Objek Kajian Ilmu Dakwah Yakni Objek MaterialdanObjek Formal.







DAFTAR PUSTAKA

Kusnaawan, Aep, dkk2009.Dimensi Ilmu Da’wah.Bandung: Widya Padjadjaran,
Ilaihi, Wahyu.2010Komunikasi Dakwah. Bandung; PT. Remaja Rosdakarya
Suisyanto.2006.Pengantar FilsafatDakwah.Yogyakarta: Teras


[1] Wahyu Ilaihi, Komunikasi Dakwah, (Bandung; PT. Remaja Rosdakarya, 2010), h. 15
5. Ibid, h.16
[3] Suisyanto,Pengantar FilsafatDakwah, (Yogyakarta: Teras, 2006), h. 68
[4] Ibid, 80
[5] Aep Kusnaawan, dkk,Dimensi Ilmu Da’wah,(Bandung: Widya Padjadjaran, 2009 ), h. 109

Rabu, 08 April 2015

Mengubah Persepsi tentang "sulitnya mencari masalah karya ilmiyah"

Karya ilmiah adalah suatu hasil karya seseorang terhadapsuatu kajian tertentu. Hasilkarya tersebut bisa berupa Makalah, Laporan Penelitian, Skripsi atau bahkan desertasi dll. Suatu karya ilmiah bukanlah suatu karya yang instan. Label ilmiah berarti memberikan indikasi bahwa suatu karya tersebut harus melalui tahap-tahap ilmiah. Atau sekurang-kurangnya memenuhi metode Ilmiah (Mencari Masalah, data, hipotesis, experimen,kesimpulan).

Langkah pertama dalam membuat karya ilmiah adalah sepele, yakni mencari masalah. Mencarimasalah atau mencari temamerupakan suatu pekerjaan yang mudah, akan tetapi berbeda dengan orang yang masih pemula dalam mencetuskan suatu karya.  Menurut Dr. Ngainun Na’im, masalah itu bisa dicari dimana saja dan dikeadaan apapun. Masalah itu bisa muncul ketika suatu harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan, masa lalu, idealisme dengan realitas. Misalnya, Universitas Rejotangan mempunyai 10.000 mahasiswa, akan tetapi ketika sholat dhuhur tiba, hanya sebagian kecil yang mau menjadi makmum. Permasalahan inilah yang bisaditeliti lebih lanjut. Seorang peneliti janganlah membuat suatu kesimpulan sebelum melakukan penelitian

Pencarian tema selanjutnya juga bisa mencari masalah ari sesuatu yang unik atau tiada duanya. Misalkan latar belakang penulisan nama “Rizal Fatkur Rochimin” atau menganalisis kepribadian orang lain yang belum pernah tersentuh, membuat metode baru menganalisis hadits-hadits nabi. Cara terakhir dalam mencari permasalahan yakni dengan Teori atau menguji teori-teori baru kemudian merealisasikan dalam sebuah karya yang lebih efisien.

Perlu diingat bahwa Tema dan Judul adalah sesuatu yang berbeda. Jangan membayangkan Tema adalah susunan kalimat yang panjang dan rumit. Tema adalah unsur yang singkat dan global. Sebenarnya semua yang ada disekitar kita merupakan tema menarik untuk dikaji. Beberapa contoh diantaranya adalah:
1.       Membedah Alasan menjadi mahasiswa aktifis
2.       Psikologi Mahasiswa akademis
3.       Transformasi makna “kuliah” era modern
4.       Penerapan Kurikulum pendidikan berbasis Sosial.
5.       Alasan kenapa pendidikan pada zaman sekarang pada umumnya membuat individu menjadi lebih tertutup.
6.       Penyebab Kemerosotan soroqan al-Qur’an pada bulan romadhan
7.       Dampak pergantian kurikulum terhadap kualitas belajar.
8.       Relevansi dakwah normatif pada zaman  modern.
9.       Pergeseran makna “tafsir” pada era 2015-04-08
10.   Bolehkah islam mengizinkan adanya TKI?
11.   Apakah secara tersirat mahasiswa dan dosen melakukan Hermeneutik dalam mengkaji suatu Teks?
12.   Ismail dalam Islam dan Non Islam
13.   Relevansi ayat-ayat sosial dalam masyarakat
14.   Kontekstualisasi Konsep Ta’awun pada Realitas kehidupan
15.   Penelitian motivasi remaja mengkaji kitab kuning
Masalah pertama dalam membuat karya ilmiah yakni tema. jika tema sudah ditemukan, maka akan ada level selanjutnya dalam menuliskarya. (to be continue)

Minggu, 14 Desember 2014

MAHASISWA DAN LEADERSHIP oleh bapak Agus Maimun



           Bapak Agus Maimun membuka diskusi dengan mendefinisikan Mahasiswa. Mahasiswa adalah kelompok ilmiah, akademik, rasional, kritis, aset nasional, pemimpin masa depan, pribadi yang sedang berkembang. Seorang mahasiswa mempunyai harga diri tinggi. Seorang mahasiswa seringkali membicara soal gagasan yang selalu berpegang pada prinsip. Ciri-ciri mahasiswaa yangseperti ini adalah rendah hati, Optimis, Percaya Diri, Simpatik, empatik, cinta Ilmu dan Kemajuan. Ciri yang khusus adalah Pribadi yang melimpah spiritualis.
Banyak Motivasi untuk menjadi Mahasiswa. Seringkali mengatakan Kuliah daripada nganggur. Selain itu Individu beranggapan dengan menjadi mahasiswa akan menaikkan status, menjadi aktifis, memudahkan cari kerja, sambil lirikkanan kiri, ikut meningktakan kualitas bangsa. Ada yang bermotivasi ingin membuat kekacauan. Motif ini  kadangkala muncul setelah menjadi Mahasiswa dan terduga sebelumnya. Motivasi Mahasiswa kadangkala ingin menggapai dunia dengan cara bebas berfikir dan berkreasi.
Lalu siapa sich yang disebut dengan mahasiswa yang tangguh itu?  Mahasiswa yang tangguh adalah ketika yang lain terlelap ia akan bangun untuk berfikir entah mengerjakan sesuatu yang kiranya menyangkut masa depannya. Disaat yang lain bangun dan berfikir maka Ia sudah berjalan dan melakukan amalsholeh. Kemudian, saat yang lain mulai berjalan dan beramal sholeh maka Ia berlari menggapai nusantara. Disaat mereka lari dan menggapai nusantara, maka Ia terbang dan menggenggam dunia. Ketika banyak orang cemas dan ragu ragu, maka Ia menggapai sukses.
Mahasiswa terlebih mahasiswa awal pasti mengalami kebimbangan hidup. Manaje hidup yang kurang teratur. Oleh karena itu perlu yang diatur oleh menejemin diri. Manejemen itu biasanya dinamakan Leadership. Leadership adalah kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan suatu gambaran untuk menjadi seorang pemimpin. Kriteria-kriteria untuk seorang pemimpin yang baik dan bisa membaur dengan Masyarakat. Leadership mencakup Personal ataupun orang banyak. Leadership dalam orang banyak akan terus berkembang jika seseorang tersebut berkecimpung dalam suatu Organisasi ataupun Komunitas.
Leadership memang dibangun atas dasar Emosional yang mantap sebagaimana yang tersebutkan bahwasannya Emosional Question mampu menguasai aspek Question yang ada pada Individu (IQ, SQ, CQ, AQ). Jika EQ seseorang baik maka Question yang lainnyapun juga ikut baik pula. Namun sebalikny, jika Emosional seseorang sangatlah labil, mudah emosian, mudah sekali marah, maka Question lainnya jika ikut memburuk.
Leadership akan melekat pada Individu. Kata Kunci yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin secara umum untuk yakni  Rasa Demokrasi dimana mampu menyalurkan dan mengaktualkan segala yang diminta oleh Masyarakat ataupun anggota-anggotanya. Kata kunci lain yang harus diperhatikan yaitu
1.      Influence (mempengaruhi). Seorang pemimpin mampu memengaruhi Orang lain atau anggotanya Agar mengiyakan apa yang dimaksud tanpa paksaan.
2.      Promote (mendorong).
3.      Invite (Mengajak)
4.      Lead  (Menuntun)
5.      Move (Menggerakkan)
6.      Force (Memaksa), memaksa merupakan jalan darurat yang harus ditempuh oleh-masing-masing Pemimpin. Memaksa tipis sekaliperbedaanya dengan demokrasi. Apakah setiap hari dan sitiap kasus harus diselesaikan  dengan jalan demokrasi?
Enam hal diatasadalah poin-poin yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin baik memimpin diri sendiri ataupun orang lain. enam hal tersebut diatas bisa dikerucutkan dengan Istilah Karisma.  pemimpin yang bagus adalah pemimpin yang mampu memberikan tugas-tugas pada masing-masing anggotanya. Kata Dimas, pemimpin yang tugasnya diampu sendiri maka, kepengurusan itu tidak akan bertahan lama. Keberhasilan pemimpin dapat terlihat jika sudah mampu menghasilkan generasi berikutnya yang lebih baik.
Cara memimpin manusia bukan sama halnya dengan dengan memandu bebek-bebek menuju peraduan atau memandu bebek mencari makan. Manusia akan banyak yang memberontak dengan apa yangdiinstruksikan. Kenapa demikian? Sebab pemimpin bukanlah dibelakang dan anggotanya berada didepan. Cara yang cocok untuk memimpin manusia adalah cara memandu Kuda.kuda tidak akan turun ke sungai jika pemimpin tersebut tidak turun kelapangan. Jadi pemandu selalu didepan bukanlah dibelakang (Uswatun Hasanah).
Leadership tidak akan lepas dari Organisasi. SuasanaKepemimpinan dalam Organisasi akan dihiasi dengan rasa kecintaan dan kebersamaan yang penuh keikhlasan. Dalam Organisasi akan ada seleksi alam dan mengambil individu-individu yang memiliki kesadaran yang tinggi. Individu-individu berorientasi pada kegiatan yang profesional. Dalam organisasi bagi yang mempunyai jiwa kepimpinan tinggi akan berusaha dan memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Yang namanya Organisasi harus mempunyai Partner. Bukan Organisasi sebagai jika tanpa partner. Lalu keudian dalam Organisasi itu terdapat Manajemen untuk mengembangkan Organisasi. Itu semua tidak akan terbentuk jika tanpa Motivasi untuk mengembangkan Organisasi itu sendiri. Biasanya cara mempererat persaudaraan yakni dengan sering-sering bertemu. Seorang pemimpin ataupun didalam Organisasi harus mempunyai Team Work untuk merancang dan melaksanakan segala macam Plan atau Rencana.



Rabu, 12 November 2014

Kakak Cabe Apa ?



Bukan mahasiswa saja yang bisa dikatakan agen of change. Istilah Mahasiswa agen of change memang sangat tepat jika ditarik kebelakang pada peristiwa penggulingan presiden soeharto. Setelah itu peristiwa menggemparkan itu mahasiswa mahasiswa terlihat semu.  Lalu apa jadinya jika anak-anak menjadi agen of change? Tentu sangat Spicles. ini fakta, seorang siswa sd kelas VI meraih emas di ajang kompetisi matematika internasional.

Pikatan Arya Brama Jati. Siswa SDN 02 Purwokerto menjadi Topik pembicaraan Antero Nusantara. Sebab pada tanggal 20-21 oktober 2014 kemarin mengikuti Olimpiade Internasional di India. Brama bersama 16 kawannya terbang ke india untuk duel dengan lawan-lawan dari 43 negara. Dari indonesia  hanya Brama yang lolos. Untuk perwakilan indonesia mampu membawa piala Emas pada kategori individu dan group atau tim,selain itu perwakilan Indonesia membawa  perak dan perunggu pada kategori lain. Kecil-kecil cabe rawit.untuk kakak cabe apa ya?

Sebenarnya masih banyak anak-anak bangsa yang genius. Mereka sudah siap tetapi terhalang oleh keadaan. Sekolah sebagai media ekspresi otak tidak mampu menampung. Banyak kompetisi-kompetisi tapi sekolahan banayak yang acuh. Kendala utama adalah “Dana”. Permasalahan Sudah wacana publik. namun, apakah sekolahan tidak mampu berfikir bagaimana cara halal menangani masalah ini? Padahal lembaga ini adalah tempat orang-orng yang berintelek.

Anak-anak seperti Brama harus dijaga dan dilestarikan supaya membawa negara Indonesia kearah yang lebih jelas. Brama kecil-kecil cabe rawit. Kecil tapi sangat pedas sepedas rasa bangga Indonesia kepadanya. Kalau kecil seperti ini, besarnya pasti jadi Insinyur. Anak Hebat Negara Hebat.
Refrensi: News maker  Metrotv